Edisi Flash Back “Kawah Ratu Gunung Salak”

Pagi itu tanggal 10 Agustus 2013, perlahan suara kumandang adzan mulai menggelitik telingaku. Meski agak malas bangun, namun kupaksakan untuk beranjak dari tempat tidur. Yaa…. hari ini ada new destination yang belum pernah kami kunjungi. Semalam bersama dua orang temanku Sadam dan Darmawan, kami berkumpul untuk membicarakan dimana tempat untuk mengisi libur lebaran kali ini. Setelah bicara panjang lebar ngalor-ngidul tak karuan akhirnya disepakati bahwa tujuan kita ialah ke Kawah Ratu. Mulailah kami mengajak satu persatu dari teman kami baik ikhwan maupun akhwatnya. Untung saja ada HP teman yang pulsanya itu selalu bertambah jika tiap kali dia mengisi pulsa. Maklumlah, dia pengguna setia salah satu OPSEL dari jaman kapan tau, pulsanya hampir mencapai 500 ribu yang di dapat dari bonus ketika dia mengisi pulsa, pokoknya keren dah…! Setelah menghubungi beberapa teman dan menunggu konfirmasinya, kurang lebih pukul 21.00 kami memutuskan untuk pulang dengan alasan mau packing buat besok.

Dengan membawa peralatan seadanya yang ku masukkan ke dalam day pack tepat pukul 06.00 saya menuju Kayu Manis untuk men-Stop bus jurusan Parung-Bogor. Jalur ini lebih cepat dari pada harus naik angkot 06 Parung-Bogor terus disambung lagi dengan angkot 03 Bubulak-Baranangsiang. Ongkos dari Kayumanis-Terminal Baranangsiang Rp 5000. Setelah sampai terminal, langsung saja saya menuju Masjid Raya Bogor, sesuai yang ku tahu tempat dimana kita berkumpul (padahal rencananya sih di MAN 2). Mulai kumainkan jariku di  atas keypad HP buatan China ini yang sekarang sudah sangat menjamur untuk memberi tahun teman-teman, bahwa saya telah sampai di Masjid Bogor.

masjid-raya bogor

Pagi itu suasana jalan masih sangat lenggang, mungkin karena masih H+2 Lebaran, tak seperti hari-hari biasanya yang selalu di padati oleh kendaraan baik pribadi, angkot, maupun Bus-Bus Besar. Terlihat ada berapa kumpulan pedagang kaki lima di daerah pintu masuk Masjid Raya Bogor. Kupikir alangkah baiknya jika saya sarapan pagi lagi😀, karena sarapan tadi pagi dirumah masih kurang. Kulihat ada 3 grobak di sana, tukang bubur ayam, ketoprak, dan soto mie bogor. Pikirku mungkin bubur ayam lebih tepat untuk menjadi pilihan sarapan keduaku ini, hahahha….! Setelah pesan–>makan–>bayar ada sms masuk dari teman, bahwa ada salah satu dari teman yang sudah menunggu sejak tadi di depan pos polisi, langsung saja saya menuju ke TKP. Ternyata benar, terlihat dua sosok manusia, keduanya memakai jaket, yang satu sibuk dengan buku-bukunya, dan yang satu lagi terlihat tidak sedang mengerjakan sesuatu….. mungkin lagi ngitungin mobil ama motor yang lewat..😀. Akhirnya tak berapa lama kemudian teman yang lain pun datang, Sadam, Nuh dan Rafi. Setelah saling bersalaman kami langsung menuju Terminal Baranangsiang.

Didalam Bus
Gimana tidak menjengkelkan, Kernet Bus  mematok tarif yang tidak wajar. Bogor-Sukabumi yang bisanya Rp. 25.000 dinaikan menjadi Rp. 50.000,  Jelas saja banyak penumpang yang protes. Bogor-Cidahu yang menjadi tujuan kami dipatok 30.000/orang. Akhirnya kami memutuskan untuk turun di Ciawi, itupun juga masih dengan perasaan dongkol, masa 6 orang tarifnya 50.000. Dalam hati saya bergumam “Moga saja uangnya berkah Pak…!!”

Perjalanan dilanjutkan menggunakan angkot dari Ciawi sampai Cidahu. Setelah itu masih nyambung lagi dari Cidahu sampai Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Pendaftaran pendakian

Calon pendaki yang akan mengadakan pendakian di Gunung Salak terlebih dahulu harus lapor pada Basecamp. Menanyakan apakah boleh diadakan pendakian, karena pada bulan-bulan tertentu biasanya Gunung-gunung yang berada di Daerah Jawa Barat di tutup sementara untuk aktifitas pendakian. Banyak alasan kenapa ditutup, diantaranya untuk memperbaiki ekosistem alam.

Perjalanan pun dimulai….., track awal pendakian dari basecamp berupa jalan beraspal sepanjang 1 km dan lumayan menanjak. Sampai pada suatu gapura yang bertuliskan “Selamat Datang di Jalur Pendakian Kawah Ratu dan Puncak Salak 1”

G. Salak (Santigi Anjar)


Gerbang G. Salak (Santigi Anjar)

Dari situ jalan sudah mulai berupa tumpukan batu (bertangga) dan sudah mulai memasuki hutan. Pada umumnya gunung-gunung di daerah Jawa Barat didominasi oleh tumbuh-tumbuhan serta pepohonan hutan tropis yang lembab dan basah.

Track awal pendakian G. Salak (Santigi Anjar)

Terus mengikuti jalan setapak, sampai pada jembatan yang sudah rapuh.

Tangga Rapuh G. Salak (Santigi Anjar)

Masih berupa jalan bebatuan yang berundak, nanti akan sampai pada pertigaan yang kearah pos Pendakian (lewat Javanaspa) dan ke arah Kawah Ratu. Ambil arah kiri yang ke Kawah Ratu.

Pertigaan K. Ratu-Pos Pendakian (Santigi Anjar)

Setelah jalan sekitar 1 km nanti akan sampai pada pos 1 (sebut:bajuri) jalur pendakian G. Salak. Lurus terus.. arah ke puncak G. Salak, sedangkan yang belok kiri ialah arah menuju Kawah Ratu.

Pos 1 Gunung Salak (Santigi Anjar)

Pos 1 Gunung Salak (Santigi Anjar)1

Karena sudah memasuki waktu dhuhur, kami pun istirahat sejenak untuk sholat dan makan.

1094504_598657216844894_652831901_o

1097162_598657586844857_468698972_o

Setelah istirahat, sholat dan makan siang… kami pun melanjutkan perjalanan. Track masih sama, berupa jalan berbatu… jalan terus sampai pada lapangan yang cukup luas (sebut:helipad). Helipad ini merupakan tempat pendaratan helikopter dari angkatan udara maupun darat, karena Gunung Salak merupakan gunung yang dijadikan tempat latihan oleh TNI.

Helipad Gunung Salak (Santigi Anjar)

Helipad Gunung Salak (Santigi Anjar)1

Jalan terus melintasi helipad tersebut, nanti akan masuk hutan lagi. ikuti jalan terus sampai melewati mata air yang jernih dan cukup deras airnya. Dari situ bau belerang sudah mulai tercium. Dan akhirnya sampai juga di Kawah Ratu Gunung Salak.

Kawah Ratu (Santigi Anjar)3

Kawah Ratu (Santigi Anjar)4

Kawah Ratu (Santigi Anjar)2Kawah Ratu (Santigi Anjar)1

Kawah Ratu (Santigi Anjar)5

Setelah puas berfoto ria, kami segera melanjutkan perjalanan untuk pulang. Karena plan awal jalur pulang tidak melewati jalur keberangkatan, melainkan lewat gunung bunder. Tapi baru turun sedikit dari kawasan kawah ratu jalan udah hilang. Tak ada bekas-bekas pernah dibuat jalan.

Bawah Kawah Ratu (Santigi Anjar) 1

Bawah Kawah Ratu (Santigi Anjar) 2

Bawah Kawah Ratu (Santigi Anjar) 3

Dari pada beresiko tersesat di hutan, dimakan macan atau nanti ketemu gederwo…. hahah, akhirnya kami membatalkan rencana untuk pulang lewat gunung bunder. Mau ga mau harus balik lagi lewat jalur awal, Cidahu Sukabumi.

Comments
2 Responses to “Edisi Flash Back “Kawah Ratu Gunung Salak””
  1. Moh Rusdiana Hambali Djarot (MRH Djarot) says:

    Jadi kangen Gn. Salak,, hehe,, muncak lg nyok? Tek tok,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visitors

    free counters
  • Blog Stats

    • 11,884 hits
%d bloggers like this: